Soal Keturunan Nabi yang Perilakunya Kurang Baik, H4b|b Luthf| bin Yahya Berikan Penjelasan Ini
Nabi Muhammad SAW adalah seorang tokoh yang tindak-tanduk serta perbuatannya selalu dijadikan rujukan dan salah satu pedoman bagi umat muslim dalam berperilaku.
Allah SWT telah berfirman dalam Al-Qur'an bahwa Rasulullah memiliki suri tauladan yang baik atau 'uswatun hasanah' yang dapat dijadikan contoh umat manusia dalam berperilaku.
Rasulullah juga digelari 'Al Amin' yang bermakna dapat dipercaya.
Sudah sewajarnya apabila seluruh umat muslim wajib meneladani dan mencoba mengamalkan sifat-sifat Rasulullah. Sebagaimana Firman Allah SWT :
"Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah SAW suri teladan yang baik bagimu bagi orang yang mengharap rahmat Allah SWT dan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah," (QS Al Ahzab:21).
Aisyah ra pernah ditanya oleh Sa’d bin Hisyam bin Amir tentang akhlak Rasulullah saw. Aisyah menjawab bahwa akhlak Rasulullah SAW adalah Al-Quran.
"Khuluquhu al-Qur’an (Akhlak beliau adalah Alquran)," dalam Hadis Riwayat Muslim.
Akan tetapi, seluruh keturunan yang mempunyai nasab langsung ke Nabi tidak menjamin memiliki akhlak yang baik.
Alasan untuk persoalan tersebut dijelaskan secara lugas oleh Pimpinan Majelis Kanzus Sholawat Pekalongan Habib Luthfi bin Yahya.
Rais Aam Idarah Aliyah Jamiyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) ini menerangkan, meskipun mempunyai nasab langsung ke Rasulullah, belum tentu akhlak orang itu baik karena ini persoalan ma’shum (dilindungi Allah dari dosa).
"Jangan heran jika (keturunan Nabi) ada yang berakhlak tidak baik, lah wong mereka tidak di-ma’shum kok," tutur Habib Luhtfi, sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari NU, pada Minggu, 15 November 2020.
Secara implisit menurut jawaban Habib Luthfi, keturunan Nabi Muhammad SAW tidak seluruhnya memiliki akhlak yang baik.
Belakangan ini, istilah keturunan Nabi Muhammad SAW mendapat sorotan publik warganet. Pasalnya, warganet menilai ada fenomena keturunan Nabi yang tindak tuturnya tidak mencerminkan Nabi Mumammad SAW.
Habib Luthfi mengingatkan kita agar tidak heran apabila terdapat keturunan Nabi yang tindak tuturnya kasar atau jauh dari perilaku yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.
Dengan demikian, menurutnya, belajar dan memahami sejarah secara tuntas sebagai cerminan berpikir dan bertindak menjadi langkah penting, termasuk sejarah perjalanan Nabi Muhammad yang penuh dengan teladan baik dan akhlak yang mengesankan.
*** (Muhammad Azhy / PR Bekasi)
