Menohok! Rame Soal Revolusi Akhlak, Quraish Shihab Jelaskan Secara Filosofi! Cerdas Banget Pak



Revolusi Akhlak yang digaungkan Habib Rizieq Shihab pasca kepulangannya membuat masyarakat heboh. Hal ini pun ditanggapi oleh Quraish Shihab mengenai Revolusi Akhlak ini sendiri.

Revolusi Aklah memang menjadi slogan yang kerap digaungkan oleh Habib Rizieq dan para pengikutnya.

Slogan ini menjadi anti-tesis dari Revolusi Mental yang digaungkan oleh Presiden Joko Widodo pada saat Pemilihan Presiden 2019 lalu.

Menurut Habib Rizieq, Revolusi Akhlak didasarkan pada tujuan Nabi Muhammad SAW diutus ke dunia.

Seakan menanggapi dari Revolusi Akhlak tersebut, tokoh Islam Indonesia Quraish Shihab memuat suatu komentar mengenai hal tersebut.

Dalam sebuah video yang dibagikan akun Twitter Sekretaris Umum Muhammadiyah Abdul Mu'ti, Quraisy Syihab menjelaskan terkait hal itu.

Senang mendengar penuturan Pak Quraish Shihab yang adem dan jernih. Semoga sehat selalu. ???? pic.twitter.com/s4R3ysMXWK— Abdul Mu'ti (@Abe_Mukti) December 3, 2020

"Satu kata bisa menjadi omong kosong kalau tidak kita bergerak sesuai dengan isi kata itu," ujar Quraisy

"Anda mengulang-ngulang seakan ke Surabaya besok, tanpa bergerak maka tidak akan terjadi," lanjutnya.

Quraish Shihab juga mengisahkan seseorang yang gagal dua kali saat itu ingin mengubah dunia dan negaranya.

"Yang kedua yang ingin saya katakan, ada seorang pernah bercita-cita mengubah dunia tapi dia gagal, maka dia turunkan targetnya mau mengubah bangsanya menjadi lebih positif, dia gagal juga," lanjutnya.

Lebih lanjut, Quraish Shihab mengisahkan bahwa orang yang sama selalu menurunkan target yang ingin dia ubah.

"Dia turunkan lagi, sukunya, gagal juga, dia turunkan lagi pada akhir usianya ingin mengubah keluarganya, ketia dia sampai di pembaringan maut dia berucap, seandainya dulu saya memulai dengan mengubah diri saya, boleh jadi setelah setelah berubah saya bisa mengubah keluarga" jelasnya.

Quraish Shihab berpesan jadi orang jangan muluk-muluk dan mulai sesuatu perubahan dari lingkup yang kecil.

"Karena itu, kalau ada kata penutup yang ingin saya ucapkan mari kita mulai dari diri kita masing-masing. Mari kita mulai mengubah keluarga kita, gak usah muluk-muluk," bebernya.

Quraish Shihab juga berpesan untuk selalu menyebarkan kedamaian baik aktif maupun pasif. Dia juga menjelaskan apa itu kedamaian pasif dan aktif.

"Mari kita menyebarkan kedamaian, kalau bukan kedamaian aktif, kedamaian pasiflah begitu, apa yang saya maksud dengan kedamaian pasif," katanya.

"Kalau anda tidak bisa memberi jangan halangi orang lain memberi, kalau anda tidak bisa memuji, jangan mencela, kalau anda tidak bisa membantu jangan jerumuskan orang, itu dulu deh, kita sepakati orang demi orang," pungkasnya.**

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel