Kisah Pilu Kakek Penjual Bakso 80 Tahun Tak Pernah Dikunjungi Keempat Anaknya
Mbah Suwaji tetap gigih mencari rezeki meski telah memasuki usia senja. Meski fisik sudah tua renta, Mbah Suwaji tetap menekuni pekerjaanya yaitu sebagai penjual bakso.
Mbah Suwaji biasa berjualan di depan toko bangungan Norton arah ke Universitas UWK, Jalan Dukuh Kupang, Surabaya. Ia biasa berjualan mulai pukul 13.00 WIB, namun karena dampak corona yang membuat dagangannya sepi, Mbah Suwaji harus berjualan sampai pukul 10 malam demi menunggu dagangannya laris di beli pembeli.
Yang lebih memilukan, keempat anak Mbah Suwaji kini tak pernah mengunjunginya lagi. Sehingga Mbah Suwaji hanya tinggal berdua bersama istrinya di sebuah kos-kosan. Menurut informasi anak-anak Mbah Suwaji pergi merantau dan tak pulang selama bertahun-tahun.
Sedih banget
Hidup memang harus benar-benar dijalani, meskipun begitu berat. Banyak yang diberi umur pendek, tapi tak sedikit pula yang diberi umur panjang. Jika para lansia di umurnya sudah waktunya beristirahat menikmati hari-hari, di Surabaya ada seorang kakek berumur 80 tahun yang harus tetap berjualan bakso.
Informasi ini diunggah di akun TikTok @rayanrizky22. Namanya adalah Mbah Suwaji. Di umurnya yang sudah 80 tahun, Mbah Suwaji masih harus mencari nafkah dengan berjualan baksok.
Dirinya tinggal bersama sang istri. Bukan di rumahnya sendiri, melainkan menyewa kos-kosan. Padahal, Mbah Suwaji dan istrinya mempunyai 4 anak, tapi tak ada satunya yang pernah mengunjungi dirinya.
Aku open donasi teman ????
” Ketemu kembali dengan Mbah Suwaji penjual bakso usia 80 tahun di Suarabaya Barat. Beliau di sini tinggal hanya berdua sama istrinya ngekos. Anak beliau 4 orang sudah tidak pernah mengunjungi beliau,” tulisnya.
Beliau berjualan di dekat UWK, dan karena corona bisa berjualan sampai jam 10 malam. Semoga banyak yang beli dan banyak rezeki ya, Mbah!
(Sumber: https:// www. diadona. id/d-stories/kisah-pilu-mbah-suwaji-usia-80-tahun-masih-jualan-bakso-dan-tak-pernah-dikunjungi-anak-anaknya-20112. html)